Untuk menghindari resiko mengidap penyakit jantung, sebaiknya kita mengenali faktor resikonya. Berikut ini adalah beberapa faktor resiko yang patut diperhatikan dan diwaspadai.

1. Usia dan jenis kelamin

Pria yang berumur 50 tahun memiliki resiko lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita dalam kelompok usia yang sama. Setelah menopause, resiko seorang wanita dapat meningkat ini  karena penurunan yang tajam pada hormon estrogen yang bersifat melindungi kerja jantung.

2. Keturunan

Penelitian menunjukkan bahwa jika diketahui dalam sebuah keluarga ada riwayat gangguan jantung, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan penyakit ini.

3. Diabetes (kencing manis)

Mereka yang memiliki sakit diabetes dapat mengalami sakit jantung akibat komplikasi dari penyakit tersebut.

4. Merokok (terpapar asap rokok)

Merokok secara langsung menyumbangkan angka kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Merokok dapat  meningkatkan tekanan darah dan memberikan zat-zat beracun semisal nikotin dan karbon monoksida, ke dalam perdaran darah. Dan akhirnya  zat-zat kimia ini akan merusak arteri atau pembuluh darah jantung. Perokok pasif yaitu mereka yang ikut menghirup asapnya beresiko mengalami masalah pada jantung. Penelitian mengungkap bahwa perokok pasif apalagi merka yang tinggal dengam dengan para perokok memiliki tambahan resiko serangan jantung.

5. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi (hipertensi) mengakibatkan luka pada dinding arteri dan dapat menyebabkan kolesterol LDL masuk ke dalam saluran arteri dan pada akhirnya menimbulkan timbunan plak. Plak ini akan menghalangi aliran darah dan dengan demikian terjadilah peningkatan tekanan darah yang meningkatkan resiko serangan jantung.

6. Kegemukan (obesitas)

Kelebihan berat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.

7. Gaya hidup kurang gerak/ Berolahraga

Orang-orang yang tidak banyak bergerak memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Olahraga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan  meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik, yang membantu melindungi Anda dari penyakit jantung. Kadar LDR yang tinggi juga berisiko terhadap berbagai penyakit kardiovaskuler.

8. Stres (tekanan emosi)

Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan ini menurunkan aliran darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti bahkan dapat terlihat pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.

Jika Anda mendapati diri Anda masuk dalam daftar diatas, segeralah perbaiki kualitas kesehatan Anda, dan berusahalah untuk melakukan yang terbaik untuk kesehatan Anda yang merupakan kekayaan tiada bandingnya.


Sumber:infoherbalis

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments